Senin, 12 Juni 2017

Tips Dan Cara Mendaki Gunung Semeru

Info Malang- Bagi para pendaki, Gunung Semeru merupakan salah satu gunung yang harus didaki, selain gunung tertinggi di pulau jawa Gunung Semeru juga menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Nah bagi sobat adventure yang ingin mendaki Gunung Semeru tapi tidak tahu harus bagai mana? Postingan kali ini akan sangat bermanfaat bagi sobat pendaki pemula yang belum tahu banyak tentang tata cara dan peraturan mendki Gunung Semeru.

1. Syarat Dan Izin Pendakian
Calon pendaki harus mengurus perizinan di kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru via kantor seksi pengelolaaan taman nasional wilayah 2 di Tumpang bagi yang menggunakan jalur lewat Malang, sedangkan yang melalui jalur lainnya, melewati Lumajang, mendaftar di Kantor pengelolaan Ranupane.
Itu semua wajib di lakukan untuk memudahkan pengawasan dan monitoring para pendaki jika terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan dan memudahkan menghubungi pihak keluarga dan instansi terkait lainnya. Adapun persyaratannya yang harus di lengkapi oleh calon pendaki Semeru antara lain:
  • Fotocopy identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar)  sebanyak 2 rangkap untuk masing-masing calon pendaki.
  • Mengisi Biodata: Nama lengkap, Umur, Alamat lengkap beserta nomor telpon keluarga yang dapat dihubungi.
  • Membayar tiket masuk,


Tabel harga tiket masuk
  • Bila membawa kendaraan pribadi akan dikenakan tambahan biaya Rp 3.000/ sepeda motor, Rp 6.000/ mobil. Kendaraan umum / charter biaya karcis kendaraan ditanggung oleh masing - masing sopir kendaraan tersebut.
  • Pendakian dilakukan berkelompok/beregu, minimal 3 orang. Bila ingin mendaki sendirian maka petugas tidak akan memberikan pelayanan perijinan untuk melakukan pendakian

2. Peraturan Mendaki
Setelah mendapatkan surat izin pendakian dan melengkapi administrasi di kantor SPTN II, calon pendaki diharapkan melaporkan diri ke Petugas di Pos Ranupane untuk registrasi ulang (tidak dipungut biaya lagi) dengan mengisi buku tamu (nama ketua kelompok, alamat, jumlah pengikut, nomor surat ijin, tanggal naik dan tanggal turun sesuai yang ada di surat ijin), serta mengisi blanko daftar barang bawaan.
  • Bagi para calon pendaki yang belum pernah mendaki ke Gunung Semeru dianjurkan untuk di dampingi oleh guide, atau bergabung dengan kelompok lain yang sudah pernah melakukan pendakian ke Gunung Semeru.
  • Berjalanlah secara kelompok, jangan memisahkan diri dari rombongan, serta dilarang memotong kompas atau membuat jalur sendiri. Ikutilah jalur yang sudah ditetapkan.
  • Para calon pendaki dilarang membawa senjata sajam berupa Golok, Kapak, dan sejenisnya, namun diperbolehkan membawa pisau lipat atau pisau dapur untuk peralatan memasak.
  • Dilarang membawa minuman keras dan obat-obatan terlarang selama melakukan pendakian.
  • Di puncak Mahameru dilarang mendekati kawah Jonggring Saloka yang masih aktif karena berbahaya adanya gas belerang dan semburan abu panas, serta material lainnya.
  • Setelah turun dan tiba di pos Ranupani, agar melaporkan diri kepada Petugas dan mengisi buku tamu kembali untuk memastikan bahwa anda dan rombongan telah benar-benar turun, dan menyerahkan sampah bawaan.

3. Rute Perjalanan
Rute perjalanan menuju Gunung Semeru dapat melalui Kabupaten Lumajang dan Malang, Namun kebanyakan calon pendaki masuk melalui pintu masuk Tumpang kantor SPTN II Malang. Pendaki yang menggunakan jasa kereta api, dari Stasiun Kota Baru Malang kemudian naik angkot AMG, ADL dengan biaya Rp 2.500 turun diterminal Arjosari Malang, waktu tempuh. Dari terminal Arjosari Malang pendaki dapat naik angkot warna putih jurusan Tumpang-Arjosari, waktu tempuh 45 menit dengan biaya Rp 5.000,- turun di terminal pasar Tumpang.

Dari pasar Tumpang perjalanan dilanjutkan naik jeep/truck engkel ke Ranu Pani, waktu tempuh dua jam dengan biaya Rp. 30.000,- per orang atau carter Rp 400.000,- per kendaraan.
4. Waktu Pendakian
Mendakilah pada saat tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Semeru. Pendakian ke Gunung Semeru, pulang pergi diperlukan waktu beberapa hari tergantung kemampuan fisik masing-masing calon pendaki.
  • Ranu Kombolo 

Berangkat dari Ranu Pani pukul 7.00 WIB dengan jarak tempuh 10 Km melalui jalan setapak  sekitar 3-4 jamperjalanan. Bagi sobat yang baru pertama kali pasti akan bingung menemukan jalur pendakian. Maka, setelah sampai di gapura selamat datang, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar karena akan mengarah ke kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki melewati Watu Rejeng, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam dengan melintasi Gunung Ayek-Ayek.

Jalur awal yang akan di lalui landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan ilalang. Disini tiidak ada tanda petunjuk arah jalan, akan tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100 m. Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, para pendaki akan sampai di Watu Rejeng. Watu Rejeng  merupakan batu terjal yang sangat  indah dengan pandangan ke arah lembah dan bukit yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus.  Perjalanan dari Watu Rejeng  menuju Ranu Kumbolo masih cukup jauh.

Di Ranu Kumbolo terdapat danau seluas 12 Ha  dengan ketinggian 2.400 m dpl. Di Ranu Kumbolo ini terdapat pondok pendaki serta MCK untuk istirahat dan memasak bahkan untuk ngecemp dan mendirikan tenda. Ranu Kumbolo merupakan tempat peristirahatan yang memiliki pemandangan dan ekosistem dataran tinggi asli. Panorama alam di pagi hari akan lebih menakjubkan berupa sinar matahari yang terbit dari celah-celah bukit yang menyebabkan sekitar danau berwarna kemerah-merahan dan kekuningan, di tambah uap air dari danau seakan-akan keluar dari danau tersebut. Di pagi hari juga dapat melihat atraksi burung Belibi.
  • Ranu Kumbolo-Kalimati

Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo akan diawali mendaki bukit terjal dengan pemandangan yang sangat indah dibelakang ke arah danau. Perjalanan dari Ranu Kumbolo ke Kalimati berjarak 5 Km serta membutuhkan waktu tempuh dua hinga tiga jam.

Tak jauh dari ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang terletak di lembah Gunung Ayek-Ayek yang dinamakan Pangonan Cilik. Asal usul nama tersebut karena padang rumput ini mirip dengan padang penggembalaan ternak (Pangonan). Kemudian di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan Oro-Oro Ombo, luasnya sekitar 100 Ha. Oro-Oro Ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Padang rumput ini mirip sebuah mangkuk dengan hamparan rumput yang berwarna kekuningan, kadang-kadang pada beberapa tempat terendam air hujan. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Di sebelah selatan padang rumput Oro-Oro Ombo terdapat kelompok Hutan Cemoro Kandang termasuk dalam gugusan Gunung Kepolo. Gunung Kepolo merupakan hutan yang ditumbuhi pohon cemara gunung dan tumbuhan paku-pakuan. Daerah ini topografinya relatif datar.

Setelah Cemoro Kandang perjalanan berlanjut ke padang rumput Jambangan yang terletak di ketinggian 3.200 m dpl, di sini terdapat beberapa pohon cemara, Cantigi, dan bunga Edelweis. Topografinya relatif datar, terdapat beberapa tempat teduh yang ideal untuk peristirahatan. Dari tempat ini terlihat dengan jelas puncak Gunung Semeru menjulang tinggi dengan kepulan asap yang menjulang ke angkasa serta alur lahar pada seluruh tebing puncak yang mengelilingi berwarna perak. Di tempat inilah para pendaki maupun fotografer sering mengabadikan atraksi keunikan dari Gunung Semeru.

  • Kalimati-Mahameru

Daerah kalimati merupakan tempat untuk mempersiapkan diri menuju puncak Semeru yang sering disebut Mahameru. Untuk melanjutkan perjalanan ke puncak dianjurkan pagi-pagi sekali sekitar pukul 2.00-3.00 pagi. Waktu tempuh sekitar empat sampai lima jam dengan perjalanan yang terus menanjak.

Nama kalimati berasal dari nama sebuah sungai/kali yang tidak berair. Aliran air hanya terjadi apabila musim hujan, aliran menyatu dengan aliran lahar Gunung Semeru. Perjalanan pada siang hari medan yang dilalui terasa makin berat selain terasa panas juga pasir akan gembur bila terkena panas. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Jalan menuju surga itulah ungkapan dari para pendaki yang melakukan pendakian ke Semeru. Alur lahar berpasir terbentuk dari bongkahan lahar yang membeku menyelimuti seluruh tebing, menjulang tinggi untuk di daki dengan kemiringan 60-70 derajat bahkan lebih apabila berada di bagian bawah tebing. Di malam hari, tempat ini hanya terlihat seakan-akan berada di kaki seorang raksasa. Kesiapan fisik dan mental harus secara matang diperhitungkan, begitu juga keteguhan hati dan kesabaran serta semangat untuk mencapai puncak tertinggi di pulau jawa.
Selamat Mendaki

0 komentar

Posting Komentar